Lalu, siapa sebenarnya Jenderal B ini? Publik dibuat penasaran dan tidak sedikit yang merasa geli dengan ketidakjelasan ini. Di media sosial, berbagai spekulasi dan teori konspirasi berkembang, namun kepastian tetap belum terungkap
JAKARTA (ENERGINEWS.COM)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberanian Kejaksaan Agung RI kini benar-benar diuji. Mereka mengambil langkah berani dengan memutuskan untuk mengungkap sosok misterius berinisial B, seorang jenderal purnawirawan yang diduga kuat menjadi beking di balik kasus korupsi besar-besaran di PT Timah. Kasus yang menghebohkan ini telah merugikan negara hingga Rp300 triliun. Ya, Anda tidak salah baca, Rp300 triliun!
Kejagung, dengan langkah penuh nyali, membeberkan jenderal purnawirawan berinisial B yang ditengarai terlibat dalam skandal ini. Meski sudah pensiun, Jenderal B masih punya pengaruh besar di Indonesia. Dan kini, saat ketegangan memuncak, Jenderal B diduga menjadi dalang di balik pengintaian terhadap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, oleh anggota Densus 88. Seolah merasa terpojok, Jenderal B tampak semakin gusar dengan pengungkapan kasus korupsi timah ini.
“Korupsi ini hampir dipastikan di-back up oleh orang yang mempunyai pengaruh besar,” ujar Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW), dalam siniar YouTube Uya Kuta TV pada 16 April 2024.
Iskandar, yang pertama kali mengungkap sosok B, menyebut bahwa jenderal bintang empat tersebut adalah pensiunan aparat berseragam.
“Mereka itu berseragam, mempunyai pangkat di pundak, nggak tanggung-tanggung bintangnya bisa sampai empat, tiga atau dua.” tegas Iskandar.
Kasus korupsi timah yang membelit PT Timah ini melibatkan 16 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian negara mencakup kelebihan bayar harga sewa smelter sebesar Rp2,85 triliun, pembayaran biji timah ilegal senilai Rp26,649 triliun, dan kerusakan ekologis mencapai Rp271 triliun.
Namun, nama Jenderal B tetap menjadi teka-teki. Iskandar Sitorus hanya memberikan sedikit petunjuk tanpa mengungkap detail lebih lanjut.
“Selain Harvey Moeis, ada lagi yang di atas. Kalau Herlina Liem itu hanya keset kaki, di atas keset kaki yaitu sepatunya ya si Harvey Moeis, lalu kaos kakinya sudah pasti RBT. Di atasnya, di kaki itu ada oknum yang punya bintang empat di pundak, mantan pensiunan, inisial B,” katanya dengan nada sinis.
Lalu, siapa sebenarnya Jenderal B ini? Publik dibuat penasaran dan tidak sedikit yang merasa geli dengan ketidakjelasan ini. Di media sosial, berbagai spekulasi dan teori konspirasi berkembang, namun kepastian tetap belum terungkap. Sementara itu, Kejagung terus bekerja keras untuk menuntaskan penyelidikan ini.
“Instansinya pasti ada dari oknum Polri, oknum Angkatan Laut, oknum Bea Cukai, mereka berkolaborasi untuk menyukseskan maling ini,” tambah Iskandar.
Pernyataan ini mempertegas bahwa jaringan korupsi ini bukanlah perkara sepele. Mereka adalah orang-orang dengan kekuasaan dan pengaruh besar yang mampu menggerakkan berbagai instansi untuk tujuan kotor mereka.
Masyarakat luas kini menunggu dengan harap-harap cemas. Akankah Kejagung berani mengungkap siapa sebenarnya Jenderal B ini? Apakah mereka mampu menjeratnya dalam kasus yang sangat merugikan negara ini? Sampai kapan misteri ini akan terungkap? Butuh keberanian luar biasa dan kerja keras tanpa henti untuk membawa sosok ini ke hadapan hukum.
“Bersabarlah, biarkan penyidik yang mengumumkan,” kata Iskandar mengakhiri wawancaranya.
Meskipun begitu, harapan publik untuk kejelasan tetap membara. Kebenaran akan sosok Jenderal B ini sangat dinantikan, karena dampaknya sangat signifikan terhadap kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.
Jadi, tunggu apa lagi? Kita semua menunggu jawaban dengan napas tertahan. Jika Kejagung berhasil, ini akan menjadi titik balik bagi pemberantasan korupsi di negeri ini. Dan jika tidak, kita hanya bisa berharap bahwa keadilan suatu hari akan ditegakkan. Tetap pantau perkembangan kasus ini karena kebenaran akan selalu menemukan jalannya.##
Penulis : Redaksi
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita : msn.com






